Tampilkan postingan dengan label Tashouf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tashouf. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Sebuah Perenungan

بسم الله الرحمن الرحيم
Pada nisan seorang shalih, ada tertulis syair seperti ini, -bagus sekali untuk sebagai perenungan bagi kita yang masih hidup-., disinyalir syair berikut di bawah ini sering juga dia (pemilik nisan) dendangkan saat masih hidup.

yuk, simak

أيّها النّــاس كان لي أمــــــل :: قصربي عن بلوغه الأجل
فلــيـتّـق اللّــه ربّـــه رجــــلٌ :: أمكـنه في حــياته العــمل
ماأنا وحدي نقلتُ حيث تروا :: كل إلـــى مثــله سينــتـقل

<<>>

Wahai sekalian manusia, (dulu) aku pun punyai angan-angan (yang sama seperti kebanyakan orang) :: Namun itu semua terbatas saat manakala ajal pun telah menjemput

Kamis, 24 Oktober 2013

Kisah-kisah Teladan Untuk Sebuah Perenungan

Bismillahir-Rahmanir-Rahiem

Dulu, tersebutlah sebuah kisah menarik terkait tentang keunikan (baca “Khoriqul’Adah”. red) yang telah di tampakkan oleh Syekh Sayid Abd.Qodier al-Jaelani bersama santrinya, dimana suatu hari di kisahkan : Ada seorang ibu (wali santri. red) hendak mengunjungi putranya yang kebetulan tengah menimba ilmu di sebuah pesantren milik Syekh Sayid Abd.Qodier al-Jaelani -semoga Allah mensucikannya- hingga datanglah si ibu tadi ke pesantren si Syekh, dan di temuinya putranya tersebut tengah asiknya memakan sebuah roti ala kadarnya yang cuma berlumur garam sebagai penyedap rasa, sementara di sudut ruang yang lain, si ibu tadi juga melihat pemandangan yang begitu kontras dari pemandangan yang pertama, yakni dilihatnya seorang Syekh yang tengah duduk santai di sebuah kursi yang juga dengan lahapnya tengah menikmati sebuah hidangan roti, lengkap dengan panggang ayam di tangannya, lalu tiba-tiba si ibu menegur Syekh dengan suaranya yang agak tinggi, “WAHAI SYEKH, ENAK NIAN TUAN INI YANG MENIKMATI HIDANGAN ROTI DENGAN PANGGANGAN AYAMNYA, SEMENTARA ANAK SAYA CUMA MANYANTAP ROTI PANGGANG, HANYA BERLUMUR GARAM !!”.,

Rabu, 18 September 2013

Spirit Dzouq dalam Perspektif Tasawuf

 بسم الله الرحمن الرحيم
Ketika belum ada KERINDUAN kepada Sang Pencipta. Ibadah kita pun akan terasa hambar. Maka yang terjadi, tak secuilpun dalam ibadah itu terselinap getaran/gelombang resonansi DZOUQ mengiringi hatinya, padahal RINDU itu tiada akan ada OBATnya kecuali berjumpa dengang yang dirindui (sebuah nama akan kekasih hatinya).

Sementara, Allah SWT (Sang Pencipta maya pada) Dialah yang teramat sangat pencemburu, Dia tidak mau DATANG, Dia takkan mau HADIR, bahkan Dia makin menJAUH dari kita, tetapi Dia dengan ke"SETIA"aNya senantiasa menunggu, menunggu dan menunggu akan siapa pun yang merinduiNya.

ANDAI SAJA -ADA SEBAGIAN DARI KITA- YANG TELAH BISA SINGKIRKAN NAMA-NAMA LAIN SELAIN NAMA-NYA. Karena jujur saja, FAKTANYA SERING KALI KITA SELINGKUHI DIA DAN MENDUAKAN-NYA DENGAN CINTA-CINTA YANG LAIN.

مدى شوق ربك لك, فهل أنت تشتاق إليه مثلما يشتاق إليك

 

Dia, selalu saja ada RINDU buatmu , .
Lalu, adakah KAU juga RINDU buatNya ?.