Tampilkan postingan dengan label Ta`lim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ta`lim. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Kesimpulan "Fasal I Ta`lim".

By Hamba Allah

Dizaman sekarang ini banyak sekali orang yang sadar akan pentingnya Ilmu Pengetahuan dalam meningkatkan harkat dan martabat kehidupan manusia, sehingga berbagai usaha, upaya dan bahkan harta, mereka persiapkan untuk meraih Ilmu Pengetahuan.

Namun ada sesuatu yang mulai dilupakan dan bahkan ditinggalkan oleh para pencari Ilmu (Pelajar) yaitu bagaimana seharusnya etika orang mencari Ilmu, untuk apa ilmu itu diperoleh dan kepada siapa ia belajar ilmu tersebut dengan cara bagaimana ilmu itu harus diperoleh dan bagaimana bersahabat kepada sesama Pelajar.

Kewajiban mencari ilmu seperti yang dicanangkan agama Islam melalui sabda Rosululloh SAW :

Sabtu, 09 April 2011

Fasal I : Tentang "Hakikat ilmu, Fiqh & Kelebihannya" (Bag. 2) selesai.

By Fabaks

"Ilmu" adalah sesuatu yang bisa menghantarkan pemiliknya -sebagai wasilah- menuju makrifat (pengetahuan) untuk mengenali sifat-sifat : kesombongan (al-Kibr), sifat kerendah-hatian (at-Tawaddhu`), kelemah-lembutan/keramahan (al-Alifah), penyucian hati (al-`Iffah), berhemat (al-Israf) dan sifat-sifat lainnya. Begitu pun dalam hal etika dan akhlaq seperti : sifat murah hati (dermawan), sifat pelit, lemah/ketakutan, dan atau sifat keberanian

Sesungguhnya sifat-sifat sebagaimana diatas : kesombongan, pelit, lemah dan sifat berlebih-lebihan adalah hal-hal yang terlarang yang seharusnya dijauhi. Seseorang tidak mungkin bisa menjaga diri dari padanya melainkan harus dengan ilmu dan dengan mengetahui semua lawan dari sifat-sifat sedemikian tersebut. Karenanya menjadi ketetapan bagi setiap orang untuk mempelajari dan mengetahui tentang semua itu (akhlaq/etika).

Karenanya, Imam besar Ustadz Sayyid asy-Syahid Nashiruddin Abul-Qosim telah menyusun suatu kitab tentang akhlaq/etika -kitab ini adalah sebaik-baik hasil karyanya- “hendaklah bagi setiap muslim wajib untuk mengindahkan & memeliharanya”.

Kamis, 17 Maret 2011

Fasal I : Tentang "Hakikat ilmu, Fiqh & Kelebihannya" (Bag. 1).

By Fabaks


Rasulullah saw bersabda : "Menuntut ilmu (Belajar) itu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah"
.
Ketahuilah, bahwasannya ketetapan wajib belajar (untuk segala cabang ilmu) itu tidaklah bagi setiap muslim. Hanyasannya ketetapan (menuntut ilmu) bagi seorang muslim -dalam konteks ini- ialah ilmu-ilmu terapan (Ilmu al-Hal). Ini sebagaimana sabda Nabi saw : "Sebaik-baik ilmu (yang harus dipelajari) ialah ilmu terapan. Dan sebaik-baik perbuatan ialah memeliharanya (praktis. red)". Sedangkan ketetapan bagi seorang muslim ialah menuntut ilmu terkait dengan pokok-pokok persoalan yang tengah dihadapi dalam pada mana ia harus berusaha mengetahui dan memahami pokok ilmu dimaksud.

Maka, sebenarnya ketatapan itulah yang menjadi dasar kewajiban bagi seorang muslim. Sholat misalnya, adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim, karenanya menjadi kewajiban baginyalah untuk mengerti dan memahami tentang hal apa saja terkait dengan pelaksanaan sholat, memahami fardhu dan rukun sholat dan sebagainya. Apa-apa yang seharusnya diketahui tentang pelaksanaan sholat juga menjadi kewajibannya (untuk dipelajari). Karena segala sesuatu yang bisa mengantarkan tegaknya suatu kewajiban maka memahami suatu tersebut juga terhukum wajib. Dan segala sesuatu yang bisa mengantarkan tegaknya suatu keharusan maka memahami suatu tersebut juga menjadi keharusan (baginya).

Selasa, 08 Maret 2011

Pendahuluan (Kitab Ta`leem).

By Fabaks


Segala puji bagi Allah (Tuhan semesta alam) yang telah menganugerahi umat manusia dengan berbagai pengetahuan dan daya kreasi (ilmu dan amal) untuk mengatasi (berbagai tantangan dan problematika) alam semesta. Sholawat serta salam (semoga dilimpahkan) kepada Muhammad saw sang pemimpin bangsa Arab dan Ajam, juga buat keluarga dan sahabat-sahabatnya yang senantoasa memancarkan banyak ilmu dan hikmah.

Syahdan, hari ini kerap saya melihat bahwa ada banyak pelajar(penuntut ilmu) sekarang ini yang (telah menuai sukses) dan beroleh banyak ilmu tetapi (mereka) belum sampai ketaraf (mendapati menfaat & hasil buahnya : yakni belum bisa diaplikasikan secara nyata dalam kesehariannya dan belum bisa mengembangkannya hingga menjadi mulia karenanya). Kenapa demikian, karena mereka sesungguhnya telah salah mengambil langkah seraya meninggalkan berbagai prasarat & ketentuan dalam pada saat pencarian ilmu, -padahal- setiap orang yang salah (mengambil) jalan maka ia -dipastikan- tersesat (dalam perjalanannya), dan ia tidak akan peroleh apa pun yang menjadi tujuannya sedikit ataupun banyak.