Kamis, 09 September 2010

Hakikat makna `IED (Lebaran).

By Fabaks

Saudaraku !!,. Lebaran hakikatnya bukanlah bagi mereka yang berbaju baru melainkan di peruntukkan mereka yang nilai TAQWA dan TAATnya meningkat dari sebelumnya.

Pemaknaan `IED tidaklah seperti yang di bayangkan banyak orang : yaitu “Saat-saat dimana moment pemaknaan `ied"nya lepas dan hilang begitu saja karena di sibukkan dengan berbagai aktivitas dan urusan permainan demi kesenangan-kesenangan pragmatis dengan cenderung melalaikan kewajiban-kewajiban mereka kepadaNya”. 

Tetapi hakikat `IED itu lebih dimaknai sebagai :

1). Demi tegaknya Dzikrullah (mengingat keagungan Allah Azza waJalla),
2). Mempertegas penampakan segala nikmatNya yang di anugerahkan kepada setiap hambaNya,
3). Memperbanyak puji-pujian dengan mengagung-agungkan namaNya,
     mensucikan dan memperbanyak tahmid dan syukur kepadaNya. 

Karenanya, Allah SWT menyerukan hambaNya -saat dimana hitungan hari-harinya telah sempurna- untuk banyak-banyak membaca takbir, mengagung-agungkan asmaNya dan bersyukur atasNya : ,,,


فقال سبحانه وتعالى : وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ. [البقرة:185]ـ

maksudnya ”Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan dan supaya kamu mengagungkan Allah terhadap sesuatu yg Allah telah menunjukan kamu (kepada-Nya) dan mudah-mudahan kamu mensyukuriNya”. (Surat Al- Baqoroh: 185)

Adalah hak mereka semata-mata yang nilai taqwa dan taatnya kepada Allah bertambah yang berhak menyandang `Ied, sedang kesengsaraan tentu bagi mereka pelaku maksiyat. 

Maka sejatinya, lebaran itu di peruntukkan bagi orang-orang yang di siang harinya berpuasa sedang di malam harinya berusaha menghidupkan dengan berbagai amalan-amalan ibadah dan kegiatan Ramadhan : sholat terawih, qiyamul-lail, tadarrus, berdzikr kapada Allah Swt, dan lain lain ..


Lebaran juga di peruntukkan bagi mereka yang menghabiskan waktunya dengan membiasakan dirinya larut dalam bacaan-bacaan al-Quran, bukan bagi mereka yang mendendangkan lagu-lagu dan nyanyian.



Lebaran adalah moment kebahagian dan kemenangan. Ialah kebahagiaan dan kemenangan yang terpancar bagi orang-orang beriman saat di dunia. Sesungguhnya, dalam pandangan Tuhan, merekalah yang telah senyata temukan hakikat kebahagiaan karena telah meraih tingkat kesempurnaan ketaatan dalam sebenar-benarnya, ialah mereka yang menuai banyak pahala dengan meraup keuntungan yang besar, memperoleh fadhilah dan ampunanNya sebagaimana ketegasan Allah SWT dalam alQuran : …

كما قال تعالى : قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ. (يونس:58)ـ


Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (QS. Yunus. 58)


Saudaraku !!., 

Bilakah FajarNya di pagi ini, Rabu 7/8 adalah fajar yang terakhir di sepanjang perjalanan Ramadhan tahun ini, maka beruntunglah aku yang masih sempat saksikan dan nikmati cahaya jingganya hingga hari ini karena besok adalah Fitri yang kita nanti, maka bersedihlah aku jika harus meniggalkannya tanpa jejak cahayaNya terbenam dalam diri, dan merugilah aku bila di dalamnya tanpa ada kebaikan sedikitpun yang bisa kita petik darinya ,.



ya Allah ya Robb !!,.. 

Mungkinkah suasana yang sama akan kembali kita temui setahun kedepan ?!,  
Mungkinkah jiwaku yang rapuh ini akan kembali terbangun setelah melewati masa-masa stagnasi di sepanjang Ramadhan yang seakan tubuh ini kembali terkapar di lautan yang dalam tak bertepi ?!, -waAllahu A`lam, hanya keputusan sakralMu yang aku harap- seraya aku bermohon kepadaMu ya Allah ya Tuhanku : "Ampuni segala dosa dan khilaf, maafkan segala tindak dan lakuku yang salah selama ini", meski aku pun tersadar bahwa smuanya takkan ada arti jika tanpa terlebih dahulu berusaha mencari dengan mengetuk ke"HALAL"an kalian wahai saudaraku dan handai-taulan, wahai sahabatku dan teman, wahai Cintaku dan sayang ..

karenanya, -dengan penuh kesadaran dan kerendahn hati- aku bersimpuh seraya memohon agar kiranya aku di bukakan pintu maaf dari segala salah dan dosa, semua khilaf dan kata-kata hina, baik disengaja ataupun tidak, seraya berucap : ..

تقبّل الله منا ومنكم ,. صيامنا وصيامكم .,  من العائدين والفائزين


MOHON MAAF LAHIR & BATHIN

عيدُكم سعيدٌ. وعيدُكم مُبارَك ,. كلّ عام وأنتم بخير .ـ



supaya kelak, Insya Allah 

kita pun benar-benar di kembalikn dengan suasana baru

dan melangkah dengan semangat baru, 

penuh keMENANGan dan keBAHAGIAan
dalam indahnya nuansa FITRI nan SUCI, Amin.

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

ليس العيد لمن لبس الجديد وإنّما العيد لمن طاعته تزيد .. وليس العيد كما يظن كثير من الناس أوقاتاً ضائعة في اللهو واللعب والغفلة، بل شُرع العيد لإقامة ذكر الله وإظهار نعمته على عباده، والثناء عليه سبحانه بها، وشكره عليها، وقد أمر الله سبحانه وتعالى عباده عند إكمال العدة بتكبيره وشكره فقال سبحانه : وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [البقرة:185].ـ 



العيد لمن أطاع الله، والحسرة لمن عصاه,. إنّما العيد لمن أحسن في نهاره الصيام، وأحيا ليله بالقيام. العيد لمن سهر على تلاوة القرآن، لا على الأغاني والألحان.. وهو موسم الفرح والسرور، وأفراح المؤمنين وسرورهم في الدنيا إنما هو بخالقهم ومولاهم إذا فازوا بإكمال طاعته، وحازوا ثواب أعمالهم بفضله ومغفرته، كما قال تعالى: قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ [يونس:58].ـ